Event5 menit baca

Forum Group Discussion Skin Scan: Cek Kulit Wajah Abby and Gail

A
Penulis
Abby and Gail
BLOG - Liputan FGD forum group discussion skin scan abby and gail.webp
BLOG - Liputan FGD forum group discussion skin scan abby and gail.webp

ABBY AND GAIL - Forum group discussion (FGD) Skin Scan Abby and Gail berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026 di Hotel California Bandung.

Dalam kegiatan ini, puluhan mahasiswa dan mahasiswi dari lima kampus Bandung terpilih untuk mencoba fitur baru Abby and Gail, yaitu Skin Scan.

Fitur ini berfungsi untuk membantu pengguna cek kondisi kulit wajah sekaligus mengenali skin tone untuk mendukung pemilihan shade makeup dan rekomendasi produk.

Lima kampus yang berpartisipasi adalah Universitas Kristen Maranatha, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Universitas Pasundan (UNPAS), International Women University (IWU), dan Universitas Langlangbuana (UNLA).

Menariknya, peserta FGD menjadi pengguna pertama yang mencoba Skin Scan sebelum fitur tersebut diluncurkan.

Karena itu, Abby and Gail tidak hanya meminta peserta mencoba fitur, tetapi juga mengamati bagaimana pengguna baru menjalankan seluruh proses secara mandiri.

Apa Itu Forum Group Discussion dalam Pengujian Skin Scan?

Forum Group Discussion atau FGD mempertemukan sekelompok pengguna untuk mencoba sebuah produk atau fitur sekaligus memberikan feedback berdasarkan pengalaman mereka.

Dalam pengembangan Skin Scan, Abby and Gail menggunakan FGD sebagai bagian dari User Acceptance Test (UAT).

Melalui pendekatan ini, tim ingin memastikan pengguna yang belum mengenal fitur tetap mampu menjalankan proses Skin Scan tanpa pendampingan.

Selama pengujian, peserta menjalankan fitur sendiri. Dengan cara tersebut, tim dapat melihat pengalaman yang lebih realistis sekaligus menemukan bagian yang:

  • sulit dipahami;

  • membuat pengguna berhenti;

  • membutuhkan waktu terlalu lama;

  • gagal dijalankan;

  • mengalami bug pada perangkat tertentu.

Feedback tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi sebelum Abby and Gail meluncurkan Skin Scan kepada pengguna yang lebih luas.

Peserta Mencoba Cek Kulit Wajah Secara Mandiri

peserta forum group discussion FGD skin scan abby and gail.webp

Skin Scan hadir sebagai fitur untuk membantu pengguna mengenali kondisi dan karakter kulit wajah.

Selain itu, sistem juga memberikan informasi seperti skin tone dan undertone yang dapat menjadi pertimbangan ketika pengguna memilih produk beauty.

Sebelum mengikuti FGD, sebagian besar peserta ternyata belum memahami secara mendalam perbedaan skin tone dan undertone.

Karena itu, proses pengujian sekaligus memberikan pengalaman edukatif. Peserta tidak hanya melihat hasil analisis, tetapi juga mulai memahami istilah yang sering muncul ketika memilih shade makeup.

Setelah Scan, Peserta Langsung Menguji Rekomendasi Makeup

Abby and Gail tidak berhenti pada pengujian digital.

Setelah peserta menyelesaikan Skin Scan, mereka mendapatkan produk makeup berdasarkan rekomendasi yang muncul dari hasil scan.

Selanjutnya, peserta mengaplikasikan produk tersebut secara langsung untuk melihat apakah rekomendasi digital tersebut terasa sesuai ketika digunakan pada kulit nyata.

Pengujian ini membantu tim menjawab pertanyaan penting:

Apakah rekomendasi shade dari Skin Scan benar-benar terlihat cocok ketika diaplikasikan?

Peserta kemudian dapat memberikan feedback berdasarkan pengalaman langsung, termasuk mengenai kecocokan warna, kenyamanan menggunakan produk, dan tingkat kepercayaan diri terhadap hasil makeup.

Dengan demikian, tim tidak hanya menguji sistem dari sisi teknologi, tetapi juga melihat bagaimana pengguna menerima hasil rekomendasinya.

Apa yang Sebenarnya Diuji dalam FGD Skin Scan?

FGD ini memiliki beberapa tujuan utama.

1. Menguji Apakah Pengguna Bisa Menggunakan Skin Scan Tanpa Pendampingan

Abby and Gail ingin mengetahui apakah pengguna baru bisa memahami instruksi dan menyelesaikan proses scan sendiri.

Jika peserta terus membutuhkan bantuan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa alur atau instruksi masih perlu diperbaiki.

2. Menemukan Langkah yang Membingungkan

Tim juga mengamati ketika peserta berhenti, bertanya, salah memahami instruksi, atau melewati informasi tertentu.

Temuan tersebut membantu menunjukkan bagian mana yang perlu dibuat lebih sederhana.

3. Menemukan Bug dan Kendala di Perangkat Nyata

Pengujian langsung memungkinkan tim menemukan masalah yang mungkin tidak muncul ketika developer menguji fitur secara internal.

Perbedaan perangkat, kamera, proses loading, atau kondisi penggunaan dapat memengaruhi pengalaman pengguna.

4. Menguji Rekomendasi di Kulit Nyata

Terakhir, tim membandingkan hasil rekomendasi digital dengan penggunaan produk makeup secara langsung.

Dengan cara ini, Abby and Gail dapat melihat apakah produk dan shade yang direkomendasikan terasa relevan bagi pengguna.

Banyak Peserta Baru Mengenal Skin Tone dan Undertone

Salah satu insight menarik dari kegiatan ini muncul dari pemahaman peserta mengenai skin tone dan undertone.

Sebagian peserta belum terbiasa menentukan kedua karakter tersebut secara mandiri. Akibatnya, mereka juga sering merasa ragu ketika memilih shade makeup.

Melalui Skin Scan, Abby and Gail mencoba membuat proses tersebut lebih mudah.

Pengguna tidak harus langsung memahami semua istilah beauty sejak awal. Sebaliknya, fitur membantu memberikan titik awal agar pengguna dapat mengenali karakter kulit dan mempertimbangkannya saat memilih produk.

Rekomendasi Digital Perlu Bertemu dengan Preferensi Pengguna

Pengujian makeup juga menunjukkan bahwa rekomendasi AI dan preferensi personal merupakan dua hal yang berbeda.

Sebuah shade bisa saja sesuai berdasarkan analisis skin tone, tetapi pengguna mungkin lebih terbiasa memakai warna yang sedikit lebih terang atau lebih gelap.

Situasi tersebut menjadi insight penting dalam pengembangan Skin Scan.

Artinya, sistem tidak hanya perlu memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis, tetapi juga perlu mempertimbangkan bahwa pengguna memiliki selera dan kebiasaan makeup masing-masing.

Dengan memahami perbedaan tersebut, rekomendasi dapat terasa lebih personal dan relevan.

Skin Scan Merupakan Rekomendasi Beauty, Bukan Diagnosis Dermatologis

Abby and Gail menempatkan Skin Scan sebagai fitur rekomendasi kecantikan, bukan alat diagnosis dermatologis.

Hasil scan dapat membantu pengguna memahami karakter kulit dalam konteks beauty dan memilih produk skincare maupun makeup berdasarkan informasi tersebut.

Namun, pengguna tidak seharusnya menggunakan hasil Skin Scan sebagai pengganti pemeriksaan dermatologist atau tenaga kesehatan profesional.

Keamanan Data Tetap Menjadi Perhatian

Selain kemudahan penggunaan, Abby and Gail juga memperhatikan keamanan data pengguna.

Data yang digunakan dalam proses Skin Scan telah dienkripsi, sehingga informasi pengguna mendapatkan perlindungan dan tidak akan disalahgunakan.

Dengan demikian, pengembangan Skin Scan tidak hanya mempertimbangkan pengalaman pengguna, tetapi juga aspek keamanan informasi.

Dari Cek Kondisi Kulit ke Smart Beauty Choice

Pada akhirnya, Skin Scan tidak hanya bertujuan memberikan hasil analisis.

Abby and Gail ingin membantu pengguna mengambil keputusan beauty dengan lebih sadar.

Daripada langsung membeli produk karena sedang viral, pengguna dapat memulai dari pertanyaan:

“Kondisi kulitku seperti apa?”

Kemudian, pengguna bisa memahami kebutuhan tersebut dan melihat rekomendasi yang lebih relevan.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep smart buyer yang ingin dibawa Abby and Gail:

Kenali dulu, pahami kebutuhanmu, baru pilih produk.

Pada akhirnya, tujuan Skin Scan bukan membuat pengguna membeli lebih banyak produk.

Sebaliknya, fitur ini ingin membantu pengguna lebih mengenal dirinya sebelum menentukan pilihan beauty.

Cek kondisi kulitmu. Kenali kebutuhanmu. Lalu pilih dengan lebih yakin.

Skin Scan — coming soon at Abby and Gail.

#Event
Buat Kamu

Artikel Lainnya

Ke semua artikel